Kumpulan informasi terbaru dan paling populer.

Sunday, 21 December 2014

Mengenang 10 Tahun Tragedi Tsunami Aceh

Cakrawala KuansingMengenang 10 Tahun Tragedi Tsunami Aceh - Tanggal 26 desember 2004 terjadi tragedi yang memilukan dimana kota serambi mekah aceh digulung tsunami yang menelan korban jiwa terburuk sepanjang masa dengan korban meninggal yang diperkirakan mencapai 200.000 jiwa. Tanggal 26 desember 2014 mendatang menandai genapnya 10 tahun tragedi pilu bangsa indonesia dan masyarakat dunia yang terkena dampak tsunami pada umum nya.


Kapal nelayan yang hanyut ke pemukiman penduduk akibat tsunami

Banyak nama yang dikenal ilmuwan atas tragedi tsunami 2004 ini antara lain Tsunami Samudera Hindia 2004, Tsunami Asia 2004, Tsunami Asia Selatan, Tsunami Hari Boxing atau Tsunami Boxing Day, Tsunami Indonesia dan sering juga disebut sebagai Tsunami Natal.

Berikut gambar animasi yang memperlihatkan penyebaran tsunami samudera hindia 2004.



Tragedi Tsunami aceh mulai terjadi pada pukul 08:00 pagi wib dimana diawali oleh gempa terlebih dahulu yang berpusat pada bujur 3.316° N 95.854° E sekitar 150 km dari aceh bagian barat dan lokasi gempa barada di kedalaman 10 km bawah laut. Gempa yang menimbulkan tsunami aceh berkekuatan 9.3 skala richter yang merupakan gempa terkuat dalam satu dekade terakhir serta memiliki durasi terlama sepanjang sejarah dengan lama gempa yang mencapai 10 menit.

Potret Aceh Setelah Terjadinya Tsunami

Berdasarkan perkiraan para ahli, tsunami yang terjadi di aceh mencapai ketinggian 30 meter setara 98 kaki yang meratakan sebagian sebagian besar wilayah aceh dan mengangkut kapal kapal dengan bobot puluhan ton masuk kedalam kota. Gempa luar biasa tersebut tidak hanya menimbulkan tsunami dengan ketinggian 98 kaki namun juga membuat seluruh bagian bumi bergetar 1 sentimeter dengan menciptakan gempa susulan sampai ke wilayah alaska.

Bantuan Kemanusiaan Dunia

Posko bantuan Rusia saat tsunami aceh

Atas tragedi yang memilukan tersebut masyarakat dunia mengeluarkan bantuan sebanyak $14 miliar pada tahun 2004 untuk berbagai keperluan seperti bahan pokok, selimut, obat obatan, dan lain lain kepada korban yang terkena dampak tsunami di seluruh dunia. Dengan korban yang paling besar terjadi di indonesia.

Negara Korban Yang Terkena Tsunami Aceh

Beberapa negara yang diterapkan keadaan darurat oleh kofi anan selaku sekretaris jenderal PBB pada waktu itu adalah indonesia, sri lanka, thailand dan maladewa. Namun Korban yang meninggal akibat tsunami tidak hanya terjadi di indonesia, srilanka, thailand dan maladewa namun juga korban terjadi di india, malaysia, afrika selatan, somalia, myanmar, tanzania, bangladesh, yaman, kenya, dan madagaskar.

Selain penduduk di daerah setempat, tsunami juga merengut nyawa turis asing yang pada waktu itu berlibur ke asia terutama ke thailand. turis asing yang meninggal akibat tsunami kebanyakan berasal dari eropa dan amerika serikat. Dengan korban terbesar dari negara swedia yang mencapai 500 orang.

Sumbangan Dari Warga Dunia.

Hampir seluruh negara negara di dunia mengirimkan bantuan kepada wilayah yang terkena dampak tsunami dengan total $14 miliar. Namun diluar pemerintah warga dunia juga ikut bersimpati dengan mengirimkan bantuan yang bernilai miliaran dollar atas nama non pemerintah seperti warga italia yang menyumbang $42 juta, Warga britania raya secara keseluruhan mengirimkan bantuan mencapai $600 juta, serta warga negara lain di seluruh dunia juga turut menyisihkan sumbangan serta warga indonesia juga ikut menyumbangkan untuk korban yang terkena dampak tsunami.

Dampak Pasca Tsunami

Setelah tsunami aceh diperkirakan hampir 300.000 korban tewas di seluruh dunia, dan 1 juta orang kehilangan tempat tinggal. Tidak ada data yang pasti mengenai berapa korban tewas di seluruh dunia bahkan di indonesia sendiri korban yang meninggal tidak bisa dipastikan karena banyaknya manusia yang hilang tanpa ditemukan setelah tsunami.

Selain itu setelah tsunami terjadi di aceh gerakan saparatis GAM yang sebelumnya masih berkonflik dengan pemerintah indonesia akhirnya menandatangani gencatan senjata untuk mengakhiri pertumpahan darah di tanah rencong setelah ribuan orang meninggal akibat tsunami. Akhirnya tanggal 15 agustus 2005 atau 2 hari sebelum hari kemerdekaan indonesia tanggal 17 agustus secara resmi GAM dan Pemerintah indonesia menyatakan gencatan senjata dan perdamaian hingga sampai saat ini.

Selain itu tsunami aceh juga menjadi bencana yang paling besar dan paling memilukan dalam sejarah indonesia modern. Dan tidak hanya bangsa indonesia saja yang dikagetkan atas bencana besar yang datang secara tiba tiba ini namun juga ahli dan pakar gempa dan tsunami dunia dibuat kaget dan tidak percaya yang sudah terjadi di samudera hindia. Para ahli dunia tidak mengetahui tanda tanda akan terjadinya bencana besar di samudera hindia dan mereka benar benar kehabisan kata kata ketika diminta tanggapan oleh berbagai media tentang bencana besar yang datang secara tiba tiba ini.

Atas tsunami aceh 10 tahun silam menggambarkan dunia begitu rapuh meskipun kita mengatakan bawah kita hidup dalam zaman kemajuan katakanlah "teknologi yang canggih". Setelah tsunami aceh menyadarkan kita bahwa sepintar apapun manusia di dunia ini, semaju apapun teknologi yang digunakan oleh dunia saat ini tetap tidak mampu menghindarkan manusia dari bencana besar.

Tetap saja manusia yang hidup di dunia saat ini dibayang bayangi kedatangan malapetaka yang tak bisa diprediksi, tidak hanya mereka yang hidup di pesisir pantai, tidak hanya mereka yang hidup di bawah bawah lereng gunung, namun seluruh yang bernyawa di muka bumi ini hidup dalam keadaan was was, hidup dalam keadaan tanpa kepastian, ketika tuhan berkehendak maka terjadilah, hanya amal perbuatan baik selama di dunia inilah yang akan menyelamatkan manusia dari "Murka" nya.

Demikianlah artikel Mengenang 10 Tahun Tragedi Tsunami Aceh ini kami tulis semoga dengan membaca artikel ini menyadarkan kita betapa rapuh nya manusia di muka bumi ini. Menyadarkan kita untuk saling berpegangan tangan, saling bantu membantu sesama manusia tanpa pandang ras dan apa agama yang dianut nya. Saling bersilaturahmi sebagai sesama makhluk tuhan dan akhir kata penulis ucapkan mari jaga hubungan persaudaraan sesama umat manusia. Terima kasih semoga bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mengenang 10 Tahun Tragedi Tsunami Aceh

0 komentar:

Post a Comment

DILARANG BERKOMENTAR DENGAN LIVE LINK...! akan kami anggap SPAM.

Note: only a member of this blog may post a comment.